Berita Abgi Or Id – 23 April 2026 | Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan menghadapi pengadilan setelah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengonfirmasi dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan. Duterte, yang kini berusia 81 tahun, dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan di luar proses hukum terhadap ribuan orang dalam kampanye “perang melawan narkoba” yang mematikan antara 2011 hingga 2019.
Latar Belakang Kasus
Kampanye “perang melawan narkoba” yang diluncurkan oleh Duterte pada 2016 telah menyebabkan kematian ribuan orang, termasuk penyalahguna narkoba, pengedar, dan orang-orang yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba. Banyak dari mereka yang dibunuh tanpa proses hukum yang adil, dan beberapa kasus pembunuhan tersebut dilakukan oleh aparat keamanan atau kelompok-kelompok yang didukung oleh pemerintah.
Dakwaan ICC
ICC telah menginvestigasi kasus-kasus pembunuhan tersebut sejak 2018, dan pada 2021, mereka memutuskan untuk membuka penyelidikan formal terhadap Duterte dan beberapa pejabat lainnya. Dakwaan ICC terhadap Duterte termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan, yaitu pembunuhan, penyiksaan, dan penganiayaan terhadap orang-orang yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba.
Reaksi Pemerintah Filipina
Pemerintah Filipina telah menolak dakwaan ICC dan menyatakan bahwa mereka tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan tersebut. Mereka juga telah mengklaim bahwa ICC tidak memiliki yurisdiksi terhadap kasus-kasus tersebut, karena Filipina telah menarik diri dari Statuta Roma ICC pada 2019.
Dampak Kasus
Kasus ini memiliki dampak yang signifikan terhadap Filipina dan masyarakat internasional. Banyak orang Filipina yang telah kehilangan nyawa dalam kampanye “perang melawan narkoba” tersebut, dan kasus ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang hak asasi manusia dan aturan hukum di Filipina. Selain itu, kasus ini juga telah memicu perdebatan tentang peran ICC dalam menangani kejahatan terhadap kemanusiaan dan perlindungan hak asasi manusia di seluruh dunia.
Beberapa data menarik tentang kasus ini dapat dilihat pada tabel berikut:
| Tahun | Jumlah Kematian |
|---|---|
| 2016 | 1.000 |
| 2017 | 2.000 |
| 2018 | 3.000 |
| 2019 | 4.000 |
Langkah-langkah yang perlu diambil oleh pemerintah Filipina dan masyarakat internasional untuk menangani kasus ini adalah:
- Menghentikan kampanye “perang melawan narkoba” yang mematikan
- Menindaklanjuti dakwaan ICC dan bekerja sama dengan penyelidikan
- Mengembangkan kebijakan yang efektif untuk menangani perdagangan narkoba dan penyalahgunaan narkoba
- Melindungi hak asasi manusia dan aturan hukum di Filipina