Berita Abgi Or Id – 01 April 2026 | Sejumlah perempuan mengakui bahwa mereka menyesal telah menjadi ibu. Mereka menceritakan pengalaman pahit mereka kepada BBC, mulai dari berduka atas kehidupan yang tak lagi mereka miliki hingga merasakan tekanan yang tak pernah berhenti.
Latar Belakang
Banyak dari perempuan ini yang merasa bahwa mereka tidak siap untuk menjadi ibu. Mereka merasa bahwa mereka belum cukup dewasa atau belum memiliki kemampuan untuk mengasuh anak. Namun, karena berbagai alasan, mereka tetap memutuskan untuk melanjutkan kehamilan dan menjadi ibu.
Salah satu dari mereka, yang bernama Sarah, mengaku bahwa dia merasa terjebak dalam peran sebagai ibu. Dia merasa bahwa dia tidak memiliki pilihan lain selain menjadi ibu, karena itu adalah yang diharapkan oleh masyarakat dan keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu, dia merasa bahwa dia kehilangan identitasnya sebagai individu dan hanya dianggap sebagai ibu.
Tekanan dan Stres
Perempuan-perempuan ini juga mengaku bahwa mereka merasa stres dan tertekan karena peran sebagai ibu. Mereka harus mengurus anak, mengurus rumah tangga, dan kadang-kadang juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka merasa bahwa mereka tidak memiliki waktu untuk diri sendiri dan bahwa mereka selalu diharapkan untuk siap dan mau mengurus segala sesuatu.
Table berikut menunjukkan beberapa contoh tugas yang harus dilakukan oleh perempuan sebagai ibu:
| Tugas | Deskripsi |
|---|---|
| Mengurus Anak | Mengurus kebutuhan anak, seperti makan, minum, dan tidur |
| Mengurus Rumah Tangga | Mengurus kebersihan dan kerapian rumah, serta memasak makanan |
| Bekerja | Bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mendapatkan penghasilan |
Dampak Psikologis
Perempuan-perempuan ini juga mengaku bahwa mereka merasa memiliki dampak psikologis yang negatif karena peran sebagai ibu. Mereka merasa bahwa mereka kehilangan identitasnya sebagai individu dan bahwa mereka hanya dianggap sebagai ibu. Mereka juga merasa bahwa mereka tidak memiliki waktu untuk diri sendiri dan bahwa mereka selalu diharapkan untuk siap dan mau mengurus segala sesuatu.
Beberapa dari mereka juga mengaku bahwa mereka merasa depresi dan cemas karena peran sebagai ibu. Mereka merasa bahwa mereka tidak bisa mengurus anak dengan baik dan bahwa mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka juga merasa bahwa mereka tidak memiliki dukungan yang cukup dari keluarga dan masyarakat.
Oleh karena itu, perlu diadakan kesadaran bahwa peran sebagai ibu tidak hanya tentang mengurus anak, tetapi juga tentang mengurus diri sendiri. Perempuan-perempuan perlu memiliki waktu untuk diri sendiri dan perlu memiliki dukungan yang cukup dari keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, mereka dapat menjadi ibu yang bahagia dan sehat, serta dapat mengurus anak dengan baik.